KALABAHI – Siswa kelas XI Jurusan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) SMK Negeri 3 Kalabahi, Alor, menggelar praktik lapangan penyambungan kabel serat optik (fiber optic) di laboratorium sekolah. Praktik ini bertujuan membekali siswa dengan keterampilan digital yang sesuai dengan kebutuhan industri telekomunikasi saat ini.
Dalam praktik tersebut, para siswa kelas XI dilatih menggunakan alat canggih bernama Fusion Splicer. Alat ini berfungsi untuk menyambungkan dua ujung inti kabel kaca yang ukurannya lebih tipis dari sehelai rambut menggunakan sistem peleburan panas.
Tantangan Ketelitian bagi Siswa
Mengingat serat optik sangat halus dan rentan patah, para siswa dituntut untuk memiliki fokus dan ketelitian yang tinggi. Ada empat tahapan utama yang harus mereka lalui dengan benar:
-
Pengupasan (Stripping): Mengupas kulit pelindung kabel.
-
Pembersihan (Cleaning): Membersihkan serat kaca dengan alkohol khusus agar bebas debu.
-
Pemotongan (Cleaving): Memotong ujung kaca agar rata sempurna.
-
Penyambungan (Splicing): Meleburkan kedua ujung kabel menggunakan mesin.
"Awalnya tegang karena serat kablenya sangat kecil dan takut patah. Tapi setelah beberapa kali mencoba, kami mulai terbiasa mendapatkan hasil sambungan yang bagus," ujar salah satu siswa kelas XI.
Siap Hadapi Dunia Kerja
Pihak sekolah menjelaskan bahwa materi ini sengaja dimatangkan di kelas XI. Tujuannya agar saat mereka naik ke kelas XII dan mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) di perusahaan penyedia internet (ISP), para siswa sudah memiliki keahlian yang matang dan siap kerja.
Melalui praktik ini, SMKN 3 Kalabahi terus berkomitmen mencetak generasi muda Alor yang terampil dan siap membangun infrastruktur jaringan internet di daerah mereka sendiri.